Ditulis oleh : Sylviani, S.Pd.
Malam semakin larut, Ilham masih terjaga. Dalam hati Ilham berkata, “Ya Allah, kenapa aku tidak bisa tidur? Sedangkan ini sudah jam 10 malam.”
Sambil bolak balik badan memeluk guling, berharap agar segera tidur.
Ilham merenung sejenak, “Apa yang aku lakukan hari ini ya, sehingga aku
sulit sekali untuk tidur dengan nyenyak.”
“Astagfirullah …” Ilham beristigfar.
“Aku baru ingat, tadi saat aku asyik bermain HP, ibu meminta aku untuk
segera salat Maghrib, aku menjawab dengan nada kesal. Ayah pun sudah
menungguku untuk segera wudu dan salat, aku langsung melepas HP dan segera wudu, tetapi dengan raut wajah yang kesal sekali dan marah-marah dalam hati.”
Ilham mengingat kejadian tersebut. Azan subuh berkumandang. Ilham segera bergegas untuk berwudu, kemudian salat berjamaah bersama Ayah dan Ibu.
“Ketika aku menatap wajah Ayah dan Ibu, aku sungguh sangat menyesal atas perbuatanku. Ketika aku minta maaf, Ayah dan Ibu segera memelukku.
“Aku sangat sayang Ayah dan Ibu.” ***

